About Us

DOHA, DOHA, Qatar
adalah PERSATUAN dari IBU - IBU INDONESIA yang mengikuti SUAMI di QATAR - bekerja di QVC Chemical Company.

SELAMAT DATANG


•Assalamu’alaikum Wr. Wb

Buletin tahun ini tampil dengan wajah yang beda dari tahun sebelumnya, yaitu penyebaran dilakukan melalui internet, tidak melalui selebaran kertas lagi (diet pengeluaran kas)

Dalam buletin ini pun kita akan melihat sesi PROFILE.. Eits.. Apa tuhhhh?
PROFILE adalah sesi yang menampilkan tentang salah satu dari kita, tujuannya… ya…untuk saling mengenal lebih dalam dong, kan ada pepatah tak kenal maka tak sayang selain itu karena buletin ini untuk ibu - ibu sekalian maka harus ada juga kontribusi dari ibu - ibu juga... jadi kaya KOLOM KITA(KOKI)nya KOMPAS.. tapi ini koki INDOQVC…
jadi kalau suatu saat saya menghubungi salah satu dari ibu2 sekalian untuk wawancara… jangan ditolak yahhh!!

PROFILE kali ini akan menampilkan sosok IBU KETUA kita tahun ini sebagai pembukaan buletin edisi pertama ini. (YANG LAIN siap yaaa untuk jadi yang selanjutnya… tapi MAAF tanpa HONOR, hehehe)

BULETIN INDOQVC FEMALE akan terbit setiap sebulan sekali... jadi pada saat siap untuk dipublish dengan berita terbaru di tiap sesi, maka kami akan memberitahukannya melalui milis.

maaf terlalu panjang pembukaannya… kalo gitu mari kita langsung simak saja isi dari e-buletin kita.. Dan mohon maaf kalau dalam penyampaian kata – kata dan isi dari berita masih jauh dari sempurna, diharapkan kritik dan masukkan dari ibu – ibu semuanya.

Wassalamu’ alaikum Wr Wb.

Redaksi INDOQVC FEMALE

Saturday, August 16, 2008

SESI KESEHATAN

untuk info.

GARAM PENYEBAB KANKER LAMBUNG

Assalamualaikum wr wb
Dokter Zubairi Yth,
Beberapa waktu yang lalu, ayah saya meninggal dunia setelah beberapa bulan dirawat di rumah sakit karena kanker lambung. Almarhum menjalani pemeriksaan dan pengobatan yang lumayan panjang. Endoskopi, operasi, radioterapi dan kemoterapi telah dijalani, dengan hasil yang kurang memuaskan dan akhirnya ayah menghadap Sang Pencipta.

Pertanyaan saya, dengan kemajuan teknologi dan ditemukannya obat-obat baru, mengapa kanker lambung belum bisa disembuhkan? Apakah di Amerika atau Eropa hasilnya juga serupa? Kemudian, apa penyebab kanker lambung, agar kami sekeluarga bisa mencegah kanker ini?

Tanti, Jakarta

Waalaikumussalam wr wb
Mbak Tanti yang sedang berduka, semoga almarhum ayah diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin. Kanker lambung memang kanker ganas, yang perjalanan penyakitnya masih suram, hampir semua pasien tidak bisa ditolong. Di Amerika pun, hanya 10-20 persen pasien kanker ini yang ditemukan dalam tahap dini. Jadi, sebagian besar ditemukan dalam tahap lanjut dan hampir tidak ada yang bisa bertahan lima tahun setelah didiagnosis. Untuk pasien yang ditemukan lebih dini, hasil operasi dan pengobatan lain juga tidak memuaskan, karena seringnya terjadi kekambuhan.

Mengenai penyebab kanker lambung, ada beberapa yang memudahkan seseorang terkena kanker lambung antara lain infeksi bakteri Helicobacter pylori, usia lanjut, laki-laki lebih banyak, merokok, minum alkohol, jarang makan buah dan sayuran, sering mengonsumsi makanan yang diasinkan, diasap, atau yang diawetkan. Beberapa penyakit lambung juga merupakan faktor risiko, misalnya gastritis atrofik (lambung mengecil), metaplasia usus (perubahan sel usus), polip lambung, dan gastritis hipertofik tipe tertentu (lambung membesar sekali).

Kebetulan tanggal 1 dan 2 Desember 2007, saya mengikuti konferensi internasional mengenai kanker di Jeju, Korea Selatan dan membahas lumayan rinci tentang mekanisme timbulnya kanker lambung dan upaya pencegahannya. Jawaban pertanyaan Mbak Tanti, sebagian besar saya sarikan dari pertemuan tersebut.

Sebagian dari faktor-faktor tersebut, memang tidak bisa dicegah, tidak bisa diintervensi, misalnya usia lanjut dan jenis kelamin laki-laki. Beberapa kelainan lambung yang sudah ada sebelumnya juga tentu tidak bisa dihilangkan. Namun, gaya hidup dan diet tentu bisa diperbaiki. Tahun 2007 ini, para peneliti Jepang melaporkan bahwa angka kejadian kanker lambung di Jepang bisa diturunkan.

Untuk diketahui, di beberapa Negara Asia seperti Jepang, Korea, Taiwan dan Cina, kanker lambung sering ditemukan dan menduduki urutan teratas dari berbagai jenis kanker, dan merupakan kanker tersering penyebab kematian. Warga negara Amerika yang berasal dari negara negara Asia tersebut, juga merupakan penyumbang pasien kanker lambung terbesar. Di Amerika, kanker lambung menduduki urutan ke-14. Syukurlah untuk Indonesia, kanker lambung tidak terlalu sering ditemukan, tidak masuk urutan 10 besar.

Kembali ke Jepang, bagaimana mereka bisa menurunkan angka kematian akibat kanker lambung? Ternyata yang paling penting adalah mengurangi konsumsi garam dapur. Rupanya, orang Jepang dengan kebiasaan makannya yang khas, membuat mereka mengonsumsi garam dalam jumlah yang lumayan tinggi yakni 13,5 gram (lebih dari satu sendok makan) setiap hari. Bandingkan dengan penduduk Amerika yang rata-rata hanya mengonsumsi 8,6 gram setiap hari. Nah, beberapa tahun terakhir ini, konsumsi garam rata-rata penduduk Jepang menurun sampai menjadi 11,4 gram setiap hari. Hasil upaya menurunkan konsumsi garam ini dianggap sebagai keberhasilan paling penting di Jepang.

Upaya yang kedua adalah mengurangi kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok rakyat Jepang termasuk salah satu yang paling tinggi di dunia. Selama dua dasawarsa terakhir, jumlah perokok turun 25 persen. Upaya ketiga adalah meningkatkan kebiasaan makan sayur dan buah.

Yang juga dibahas dalam konferensi di Korea itu adalah seputar bakteri Helicobacter pylori yang berperan besar dalam munculnya kanker lambung. Upaya pencegahan dengan memberikan obat-obatan yang menekan timbulnya reaksi peradangan akibat bakteri tersebut, memberikan harapan di masa depan bahwa mungkin sekali kita bisa mencegah kanker lambung dengan obat-obatan. Upaya pencegahan lainnya, jangan lupa mengonsumsi banyak sayur dan buah. Kurangi juga konsumsi makanan yang mengandung garam.

Teri asin dan ikan yang diawetkan dengan diasinkan memang enak di lidah, tetapi makanan ini racun untuk lambung dan dapat mengakibatkan kanker lambung. Mbak kan memang tidak merokok dan tidak minum alkohol, jadi tetap jangan merokok dan jangan minum alkohol.

Bagi para pembaca lain yang mempunyai kebiasaan merokok, ya stop rokok. Paling tidak kurangilah menjadi sebatang sehari. Orang Amerika bisa, orang Jepang bisa mengurangi merokok, Australia bisa, para pembaca Republika saya yakin juga bisa. ***


------------------------------------------------
source: artikel Republika

No comments:

 
-
design by labibahs graphics.com