KOMITMEN
Rapat waktu itu memang sangat bermanfaat.
Gara-gara Rudi, semua orang seakan-akan baru terbangun dari tidur selama ini. Biasanya tak ada seorangpun yang mau disalahkan, tapi kini semua orang berusaha memperbaiki dirinya. Kemarin, datang tamu dari Kantor Perwakilan negara tetangga di Asia. Tamu ini baru dua kali datang ke Indonesia. Kemarin adalah yang ketiga kalinya. Rapat segera diadakan bersama tamu tersebut.
Begitu rapat dimulai, semua orang heran karena tamu itu berkata:"Selamat pagi, teman-teman. Saya senang sekali bertemu dengan anda semua. Bagaimana kabarnya? Bisnis maju terus?" Semua orang sampai tidak bisa segera menjawab. Bahasa Indonesianya lancar sekali. Padahal kalau ke Indonesia paling lama hanya 10 hari. Selama rapat dia bisa memahami sebagian pembicaraan dalam bahasa Indonesia meskipun dia tidak bisa mengucapkannya.
Rudi lalu bertanya kepada tamu tersebut mengenai strateginya belajar bahasa Indonesia dengan cepat. Apa jawabnya? Ternyata dia banyak belajar dari film. Dia membeli film berbahasa Inggris di Indonesia yang mencantumkan teks bahasa Indonesia. Dari situlah dia belajar bahasa Indonesia. Kok harus lewat film? Katanya lewat film lebih mudah mengikuti, karena ada ceritanya. Waduh! Rudi ingat kasusnya sendiri. Belajar bahasa Inggris saja malasnya bukan main. Eh, orang asing kok tidak malas belajar bahasa Indonesia? Malu juga sih mendengar kerajinan tamu asing. Berarti tamu tadi minimal bisa bicara tiga bahasa kan? Bahasanya sendiri, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Tak pernah telat
Di samping masalah bahasa, ternyata tamu tadi juga banyak belajar. Dia berhasil meyakinkan bahwa selama 2006 dan 2007, dia tidak pernah terlambat masuk kerja. Satu kalipun tidak pernah. Bahkan bukan hanya dia, tapi semua orang di kantornya tidak pernah terlambat masuk kerja. Penjualan bulanan juga tidak pernah gagal selama dua tahun terakhir ini. Kok bisa? Karena semua orang punya komitmen, bahwa penjualan harus berhasil, masuk kerja harus lebih pagi agar tidak terlambat. Tidak ada istilah "sekali-kali boleh terlambat". Juga tidak ada istilah "kalau bulan ini gagal, kita coba lagi bulan depan". Kalau di awal bulan sudah kurang bagus, semua orang bekerja dan lembur habis-habisan agar bulan itu tidak gagal. Rudi merasa ini adalah saat yang tepat untuk berubah. Mumpung pas akhir tahun. Tahun 2008 bisa sekalian dijadikan tahun perubahan. Rudi berkata "Sepertinya komitmen semacam inilah yang saya butuhkan. Bagaimana kalau kita masing-masing menentukan perubahan yang akan dilakukan di tahun 2008? Supaya kita pasti melakukan perubahan tersebut, sepertinya kita harus memberikan komitmen kita di forum ini".
Segera presiden direktur berkata "Setuju! Saya memberikan komitmen untuk masuk lebih pagi, saya tidak akan pernah terlambat lagi. Saya juga akan mengadakan rapat harian dengan bagian penjualan dan rapat mingguan dengan bagian lain dijadikan dua kali seminggu." Rudi berkata "Saya juga tidak akan terlambat lagi. Saya akan belajar bahasa Inggris mulai hari ini. Target saya tahun depan adalah meningkatkan ekspor 100%. Saya juga akan menelepon 30 kien per hari dan menemui minimal 8 klien per minggu. Biasanya kalau saya gagal menelepon klien karena dia sedang rapat, saya lewati dia dan jumlah klien yang saya telepon jadi berkurang." Rudi melanjutkan, sekarang saya akan tetap berusaha menelepon kembali klien tadi atau menggantikannya dengan klien lain. Jadi jumlah klien yang saya hubungi tidak berkurang. Saya juga akan mengirim minimal 10 e-mail penawaran per hari ke luar negeri" Toni, bagian keuangan, juga segera berkata "Saya juga tidak mau terlambat lagi. Laporan hasil penjualan harian akan selesai paling lambat pukul 09.00 keesokan harinya, bukan lagi sore hari." Bagian-bagian lain juga memberikan komitmen. Bagian proyek paling seru karena mereka berani memberikan komiten bahwa proyek akan selalu selesai tepat waktu, padahal selama ini belum pernah satu kalipun tepat waktu. Bagaimana strategi mereka? Pengawasan harian akan diperketat sehingga target harian terpenuhi. Dengan demikian, target mingguan dan bulanan juga terpenuhi, sehingga proyek bisa selesai tepat waktu. Mereka langsung memperbaiki jadwal kerja mereka agar lebih mudah dimonitor.
Selesai rapat, tamu tadi bercerita bahwa akhir 2005 semua karyawan di kantornya juga melakukan hal seperti ini. Semua orang memberikan komitmen untuk 2006. Ternyata hasilnya luar biasa di tahun tersebut. Karena itu, akhir 2007 mereka melakukan hal itu lagi. Tahun 2007 ternyata luar biasa. Tahun ini mereka akan melakukannya lagi minggu depan. Komitmen untuk 2008 sudah dipersiapkan.
Bukan saatnya lagi kalau hanya membuat target tahunan yang indah di atas kertas, tapi dalam hati sebenarnya merasa bahwa target itu mustahil. Tidak mungkin tercapai. Terlalu tinggi. Akibatnya, tidak ada seorangpun yang mengusahakannya untuk benar-benar bisa tercapai. Yang penting komitmen. Namun, tidak mencari komitmen yang mudah. Kalau hal-hal yang mudah, tidak perlu komitmen lagi. Justru hal-hal yang menantang yang memerlukan komitmen tinggi.
Tantanglah diri anda! Give your commitment!
Sumber: Komitmen oleh Lisa Nuryanti, Managing Director Expands Consulting
Thursday, January 17, 2008
RESONANSI
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment