About Us

DOHA, DOHA, Qatar
adalah PERSATUAN dari IBU - IBU INDONESIA yang mengikuti SUAMI di QATAR - bekerja di QVC Chemical Company.

SELAMAT DATANG


•Assalamu’alaikum Wr. Wb

Buletin tahun ini tampil dengan wajah yang beda dari tahun sebelumnya, yaitu penyebaran dilakukan melalui internet, tidak melalui selebaran kertas lagi (diet pengeluaran kas)

Dalam buletin ini pun kita akan melihat sesi PROFILE.. Eits.. Apa tuhhhh?
PROFILE adalah sesi yang menampilkan tentang salah satu dari kita, tujuannya… ya…untuk saling mengenal lebih dalam dong, kan ada pepatah tak kenal maka tak sayang selain itu karena buletin ini untuk ibu - ibu sekalian maka harus ada juga kontribusi dari ibu - ibu juga... jadi kaya KOLOM KITA(KOKI)nya KOMPAS.. tapi ini koki INDOQVC…
jadi kalau suatu saat saya menghubungi salah satu dari ibu2 sekalian untuk wawancara… jangan ditolak yahhh!!

PROFILE kali ini akan menampilkan sosok IBU KETUA kita tahun ini sebagai pembukaan buletin edisi pertama ini. (YANG LAIN siap yaaa untuk jadi yang selanjutnya… tapi MAAF tanpa HONOR, hehehe)

BULETIN INDOQVC FEMALE akan terbit setiap sebulan sekali... jadi pada saat siap untuk dipublish dengan berita terbaru di tiap sesi, maka kami akan memberitahukannya melalui milis.

maaf terlalu panjang pembukaannya… kalo gitu mari kita langsung simak saja isi dari e-buletin kita.. Dan mohon maaf kalau dalam penyampaian kata – kata dan isi dari berita masih jauh dari sempurna, diharapkan kritik dan masukkan dari ibu – ibu semuanya.

Wassalamu’ alaikum Wr Wb.

Redaksi INDOQVC FEMALE

Thursday, September 18, 2008

TIPS AND TRICKS

Tips Menghindari Bahaya pada Pangan

Bahaya MikrobiologisPengetahuan tentang higiene dan sanitasi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menyiapkan pangan yang higienis, aman, dan bebas dari penyakit.
Badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan, penyakit yang berkaitan dengan pangan yang terkontaminasi merupakan salah satu masalah kesehatan bagi negara berkembang.
WHO memberikan sepuluh petunjuk untuk menyiapkan pangan yang aman, yaitu :

1. Pilihlah pangan yang telah diolahPada umumnya pangan lebih baik dimakan dalam keadaan mentah, terutama buah-buahan dan sayur-sayuran. Tetapi, ada juga yang lebih baik dimakan setelah diolah atau dimasak terlebih dahulu. Perlu diingat, pengolahan pangan untuk meningkatkan keamanan dan juga agar pangan dapat lebih tahan lama.

2. Masaklah pangan dengan sebaik-baiknyaBeberapa pangan mentah, terutama ayam, daging, dan susu yang tidak dipasteurisasi, seringkali terkontaminasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen. Dengan memasak sebaik-baiknya, yaitu seluruh bagian pangan mentah yang dimasak harus mencapai suhu paling rendah 70 derajat Celsius, maka bakteri patogen akan mati.

3. Pangan yang telah dimasak hendaknya segera dimakanJika pangan yang telah dimasak dibiarkan di tempat terbuka, maka bakteri akan berkembang biak. Makin lama dibiarkan, makin besar risiko yang diperoleh. Agar aman, makanlah segera pangan yang telah dimasak setelah panasnya hilang.

4. Pangan matang supaya disimpan dengan hati-hatiJika Anda harus menyiapkan pangan lebih awal, atau ingin menyimpan pangan yang tersisa, sebaiknya disimpan pada suhu tinggi (sekitar atau di atas 60 derajat Celsius) atau pada suhu rendah (sekitar atau di bawah 10 derajat Celsius). Petunjuk ini penting jika Anda menyimpan pangan lebih dari empat atau lima jam.Kesalahan umum yang biasa dilakukan dan dapat menyebabkan penyakit akibat pangan yang tidak diperkirakan sebelumnya adalah menyimpan makanan hangat dalam jumlah besar di lemari es. Dalam lemari es yang isinya berlimpah makanan matang tidak dapat menjadi dingin seluruhnya secepat yang dikehendaki. Jika bagian tengah makanan tetap hangat (suhu di atas 10 derajat Celsius), maka pada waktu yang tidak terlalu lama mikroba akan tumbuh. Dengan cepat mikroba berkembang biak mencapai jumlah yang dapat menimbulkan penyakit. Makanan bayi pun sebaiknya langsung digunakan, jangan sampai disimpan.

5. Panaskan kembali makanan matang dengan seksama.Inilah cara terbaik untuk menghindari bakteri yang mungkin telah sempat berkembang biak selama penyimpanan (meskipun penyimpanan sempurna menghambat pertumbuhan bakteri, tetapi tidak mematikannya).

6. Hindari bercampurnya pangan mentah dengan pangan matangPangan matang dapat terkontaminasi bila bersentuhan dengan pangan mentah. Kontaminasi silang ini dapat terjadi melalui kontak langsung. Misalnya, sewaktu ayam mentah ditaruh berdekatan dengan daging matang. Kontaminasi dapat pula terjadi secara tidak langsung. Misalnya, menggunakan pisau dan talenan bekas memotong daging ayam mentah untuk memotong daging matang. Jika ini dilakukan, maka akan menimbulkan risiko tumbuhnya bakteri. Akibatnya, sebelum dimasak pun penyakit telah ada.

7. Cucilah tangan berulang-ulangCucilah tangan Anda selalu sebelum mulai menyiapkan pangan dan setiap kali setelah melakukan pekerjaan lainnya untuk kemudian menyiapkan makanan. Setelah selesai menyiapkan bahan pangan seperti ikan, daging, atau ayam, cucilah tangan Anda kembali sebelum mulai menangani pangan lainnya. Jika tangan Anda luka, jangan lupa dibalut atau ditutup sebelum menyiapkan makanan. Perlu diingat pula, hewan piaraan seperti anjing, burung, dan terutama kucing, seringkali merupakan tempat bersarangnya bibit penyakit yang dapat berpindah ke makanan melalui tangan Anda.

8. Jagalah agar seluruh permukaan perlengkapan atau peralatan dapur dalam keadaan bersihMakanan sangat mudah terkontaminasi bakteri, maka setiap permukaan peralatan yang digunakan untuk menyiapkan pangan harus selalu dijaga agar tetap bersih. Serbet yang digunakan untuk membersihkan piring, sendok dan perlengkapan dapur lainnya harus diganti dengan yang bersih sesering mungkin. Rebus serta cucilah sebelum digunakan kembali. Kain pel untuk membersihkan lantai juga perlu sering dicuci.

9. Lindungi makanan dari serangga, tikus, dan hewan lainnyaBinatang sering membawa bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit melalui pangan. Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat merupakan cara perlindungan terbaik.

10. Gunakanlah air bersihAir bersih yang digunakan untuk menyiapkan makanan sama pentingnya seperti air minum. Jika Anda menggunakan air dari sumber yang diragukan, rebuslah dahulu air tersebut sebelum ditambahkan pada makanan matang atau untuk membuat es. Sebaiknya lebih berhati-hati menggunakan air, terutama untuk menyiapkan makanan bayi.

Bahaya KimiaPencegahan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya penyakit akibat pangan oleh bahan kimia, yaitu:
1. Selalu memilih bahan pangan yang baik untuk dikonsumsi.
2. Menggunakan pestisida seperlunya dan sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertulis pada wadahnya. Selain itu, gunakan pestisida berwarna, misalnya berwarna biru, sehingga mudah diketahui jika tertukar dengan bahan lain.
3. Gunakan pakaian pelindung dan sarung tangan agar badan dan tangan tidak terkena pestisida. Jangan menyemprot pestisida menentang arah angin. Wadah bekas pestisida harus segera ditimbun dalam tanah yang jauh dari sumber air.
4. Pembuangan limbah industri harus diatur sehingga tidak mencemari sumber air bersih.
5. Tidak menggunakan alat masak atau wadah yang dilapisi logam berat (tembaga, seng, antimon, kadmium)
6. Mencuci sayuran dan buah-buahan dengan bersih sebelum diolah atau dimakan.

***--------------------------------------------source: artikel Republika(winiati pudji rahayu dan halim nababan )

No comments:

 
-
design by labibahs graphics.com