SELAMAT DATANG...................!!!!!
KEPADA WARGA INDOQVC QATAR YANG BARU LAHIR, GENERASI PENERUS BANGSA, DAMBAAN KELUARGA, PAHLAWAN AGAMA.
MUHAMMAD SYAKIR 17/02/2008 PUTRA DARI KELUARGA PAK JOKO SANTOSO
ALYA MARYAM AMIN 03/03/2008 PUTRI DARI KELUARGA PAK AMINUDDIN
LUBNA LUTFIAH 12/03/08 PUTRI DARI PAK SAMEDI
DAN SELAMAT DATANG JUGA BUAT YANG BARU DATANG DARI INDONESIA.....
MAYASA AULIA SAFURA - PUTRI DARI BAPAK EDDY SUJARWO (SEKARANG 5 BULAN)
AKHMAD FAUZAN - PUTRA DARI BAPAK AKHMAD WAHYUDI 9SEKARANG 3 BULAN)
BARAKALLOH, SEMOGA MENJADI SESUAI DENGAN HARAPAN ORANGTUA, AGAMA DAN BANGSA...
AMIN.
Friday, March 14, 2008
PENGANTAR
Posted by
indoqvc_sfemale
at
12:05 AM
0
comments
Labels: pengantar
Thursday, March 13, 2008
SESI KESEHATAN
TUBUH KEBAL KARENA "BELAJAR"
Setiap tubuh manusia dibekali sistem kekebalan. Semakin banyak kenal bibit penyakit, cara
kerjanya semakin canggih.
"Makanya Bu, anak jangan terlalu bersih nanti malah
jadi sering sakit-sakitan," nasehat Ibu Farhan kepada Ibu
Dewi. Anak Ibu Dewi yang bernama Fandy memang kerap
sakit. Padahal Ibu Dewi sangat berhati-hati menjaga
kondisinya. Ia tidak boleh jajan sembarangan, tidak boleh
main di tempat kotor, bahkan kalau ada teman sekolah
Fandy yang sedang batuk-pilek, Ibu Dewi memilih
anaknya belajar di rumah. "Lo, daripada ketularan. Kan,
repot!" ujar Ibu Dewi.
Kasus ini menarik untuk dibahas, terutama pernyataan Ibu
Farhan bahwa anak yang terlalu bersih malah gampang
sakit-sakitan. Betulkah pendapat itu? Menurut dr.
Purnamawati Sujud Pujiarto, Sp.A(K). MMPaed.,
penelitian memang membuktikan anak yang terlalu dijaga
kebersihannya cenderung memiliki sistem kekebalan (imunitas) yang lemah. Ini berkaitan
dengan cara kerja sistem imunitas yang, menurut Wati, berdasarkan "memori". Saat mendapati
kuman tertentu, sistem kekebalan akan menyimpan datanya. Kala bertemu lagi dengan kuman
yang sama, sistem ini dapat langsung mendeteksi dan membuat benteng pertahanan.
Nah, kesterilan akan membuat sistem kekebalan seolah-olah tak pernah "belajar" mengenali
kuman. Sekalinya bertemu, akan kebingungan. Tak heran, serangan kuman yang sedikit saja
tak mampu dibendung.
Namun, Wati buru-buru menambahkan, bukan berarti anak yang sering main kotor-kotoran
akan lebih sehat. Jelas tidak. Hanya saja sistem kekebalan tubuh yang dimilikinya lebih
"canggih" dalam mendeteksi kuman karena sudah "sering" bertemu. Mungkin saja karena
ketidaksterilan itu anak jadi sakit. Namun jangan lupa, sakit juga melatih badan dan sistem
kekebalan untuk mengenali kuman yang pernah datang sehingga bisa dilawan dengan efisien.
"Jadi tak perlu terlalu melarang anak kalau ia mau bermain di tanah, asalkan menggunakan alas
kaki agar tidak dimasuki cacing yang dapat membuat sakit. Sesudah main, tangannya yang
kotor kan bisa dicuci," ujar dokter spesialis anak ini.
DUA SISTEM KEKEBALAN
Sistem kekebalan tubuh sebenarnya merupakan hasil kerja sama berbagai organ, jaringan
tubuh, sel, dan molekul yang secara keseluruhan melindungi tubuh dari serangan berbagai
"musuh". Untuk menjelaskan secara gamblang, Wati membagi sistem kekebalan tubuh menjadi
dua bagian, yaitu sistem kekebalan tubuh lini pertama dan sistem kekebalan tubuh lini kedua.
Sebagai gambaran sederhana, sistem ini dapat diibaratkan sebagai barikade yang berjuang
mati-matian memproteksi tubuh. Barikade terdepan, yaitu sistem kekebalan lini pertama, sudah
dimiliki setiap manusia sejak lahir. Misalnya, kulit, asam lambung, sel berbulu getar di Permukaan saluran napas, selaput lendir di saluran napas dan saluran cerna, serta
kuman-kuman jenis tertentu yang hidup di kulit dan di dalam usus.
Begitu bibit penyakit (patogen) menyerang, barikade terdepan mulai mengadakan pertahanan.
Kulit, misalnya, akan mengeluarkan penghalang kimiawi, seperti keringat dan cairan kelenjar
minyak yang bersifat asam serta mengandung enzim penghancur. Patogen yang menyusup
melalui saluran napas, saluran cerna, atau saluran kemih akan dihadang oleh selaput lendir
yang kental dan lengket hingga akhirnya terperangkap. Selanjutnya, patogen-patogen tersebut
dihancurkan oleh berbagai zat kimia yang dikerahkan sistem kekebalan tubuh.
Contoh lainnya, patogen yang masuk ke saluran cerna sebagian besar akan dihancurkan oleh
asam lambung. Yang masih selamat kemudian akan dihancurkan oleh basa dan enzim di usus
halus. Di saluran napas, jasad renik yang merupakan bibit penyakit akan dihadang bulu getar.
Kalau ada yang berhasil masuk ke tenggorok, mereka akan ditelan atau dibatukkan keluar.
Walau terlihat kuat, barrier pertama yang bersifat fisik ini tetap bisa ditembus. Misalnya kalau
kulit robek atau terluka dan jumlah bibit penyakitnya sangat banyak. Sistem kekebalan lini
pertama juga bisa tak berdaya kalau sifat bibit penyakit ini sangat virulen alias ganas.
Nah, kalau sampai sistem kekebalan primer kebobolan atau ada bibit penyakit yang berhasil
lolos dari hadangannya, maka giliran sistem kekebalan sekunderlah yang bekerja. Pertahanan
lini kedua ini terdiri atas sel-sel khusus (sel-sel darah putih) yang keberadaannya pun sudah
dibawa sejak lahir. Bedanya, dia baru bekerja saat dibutuhkan."Oleh karena itulah sistem
kekebalan ini disebut juga sebagai sistem kekebalan adaptif. Ia melawan patogen melalui
pembentukan antibodi dan dengan menghancurkan sel yang berhasil disusupi patogen," kata
Wati.
Sistem kekebalan sekunder ini memiliki karakteristik berupa memori, spesifik, dan
keberagaman. Contohnya, jika anak sembuh dari suatu penyakit menular, kemungkinan besar ia
tidak akan mengalami lagi infeksi yang sama karena sel memori bisa mengenali patogen yang
menyerang kembali. Tubuh jadi paham betul bagaimana menangkal musuh yang sama.
Bersamaan dengan itu, sel memori akan "menggerakkan" sel-sel lain dalam sistem kekebalan
untuk memusnahkannya.
Namun, jangan langsung menganggap sistem kekebalan sekunder ini sebagai sistem sakti yang
bisa selalu melawan bibit penyakit. Alasannya, kekebalan terhadap satu penyakit menular, tidak
langsung disertai kekebalan terhadap penyakit menular lainnya. Inilah yang dimaksud dengan
karakteristik spesifik. Sedangkan yang dimaksud dengan keberagaman adalah tubuh bisa
mengembangkan kekebalan terhadap satu sumber penyakit yang menimbulkan berbagai jenis
penyakit.
TIDAK 100 % MELINDUNGI
Yang perlu disadari, seperti dikatakan Wati, dua lapis barikade ini tidak dapat 100 persen
melindungi tubuh dari bibit penyakit. Bila sistem kekebalan kalah tempur, tubuh akan sakit.
Pertanyaan selanjutnya adalah, dalam kondisi bagaimana barikade-barikade tersebut bisa
tertembus patogen? Salah satunya, saat daya tahan tubuh anak sedang menurun. Faktor
penyebabnya antara lain, kondisi tubuh yang terlalu lelah, pola makan yang buruk, kurang
berolahraga, bibit penyakit yang menyerang sangat berbahaya, atau serangannya terjadi secara
bertubi-tubi. Namun biasanya kondisi kalah tempur ini terjadi singkat saja, kok. "Jadi, sakit
dalam hitungan hari itu wajar. Seperti halnya mobil, kondisinya juga tidak akan prima terus,"
tandas Wati.
Jangan lupa, sebagian besar infeksi virus memiliki sifat self limiting desease atau akan sembuh
sendiri. Biasanya dalam 3-4 hari. Selebihnya seperti infeksi virus hepatitis B yang diperoleh pada
usia sangat dini, virus hepatitis C, dan HIV tidak akan sembuh sendiri. Sistem kekebalan juga
bisa rentan, tapi sedikit sekali orang yang dilahirkan dengan gangguan sistem kekebalan
permanen (immune deficiency syndrome).
Kesimpulannya, menjaga kebersihan itu tetap penting untuk menangkal segala macam penyakit.
Bukankah pencegahan lebih baik ketimbang pengobatan. Ajaklah anak menjaga kebersihan
dengan mencuci tangan secara benar. Hal ini akan membawa dampak positif dalam mencegah
atau mengurangi penularan penyakit infeksi.
Pola hidup sehat dengan cara memberikan makanan bergizi kepada anak adalah syarat wajib
untuk membangun sistem kekebalan yang kuat. Tanamkan juga kebiasaan berolahraga secara
teratur. Beritahu anak agar menyisihkan cukup waktu untuk beristirahat. Yang tak kalah
penting, sistem kekebalan dapat dibangun secara efektif melalui imunisasi. Cara ini juga dapat memotong rantai penularan penyakit.
ANTIBIOTIK PENGARUHI KEKEBALAN TUBUH
Secara tidak langsung, antibiotik berpengaruh pada kekebalan tubuh anak. Pemakaian yang
tidak tepat akan membuat daya tahan tubuhnya jadi rentan.
Saat masuk ke dalam tubuh, antibiotik tidak hanya akan membasmi bibit penyakit tapi juga
kuman-kuman lain yang "baik". Padahal kuman-kuman ini merupakan bagian dari sistem
kekebalan yang menjaga keseimbangan agar kuman jahat tak bisa tumbuh subur. Konsumsi
antibiotik yang terlalu banyak juga akan mengakibatkan kuman jadi resisten sehingga membuat
anak jadi lebih sering sakit.
PERLUKAH SUPLEMEN UNTUK DAYA TAHAN TUBUH?
Kini banyak iklan yang menggaungkan khasiat produk suplemen atau multivitamin demi
meningkatkan kekebalan tubuh anak. Beberapa orang tua pun beranggapan bahwa suplemen
multivitamin bisa membuat anaknya jauh dari sakit-sakitan seperti batuk-pilek. Padahal
menurut Wati, produk-produk tersebut sampai saat ini tidak terbukti dapat meningkatkan daya
tahan tubuh, termasuk suplemen atau multivitamin yang berharga relatif mahal. "Daya tahan
tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan menguat sejalan dengan bertambahnya usia. Jadi
tidak ada hubungan dengan suplemen atau multivitamin."
Jadi, lanjut Wati, hendaknya orang tua tak perlu khawatir berlebihan bahwa daya tahan tubuh
anaknya lemah. Karena sebetulnya, tubuh sudah dikaruniai sistem kekebalan yang luar biasa
oleh Tuhan. "Apakah ada produk buatan manusia yang bisa menyamai pemberian-Nya? Please
be rational and be wise. Tugas kita adalah memelihara anak dengan menjalankan pola hidup
sehat; pola hidup yang berimbang," tandas Wati.
RAGAM CARA PENULARAN PENYAKIT
Dari ribuan kuman, bakteri, dan virus yang sudah berhasil diidentifikasi, hanya sejumlah kecil
saja yang bisa menimbulkan penyakit, terutama yang patogen. Mekanisme penularan yang
paling sering terjadi yaitu melalui beberapa organ tubuh, sebagai berikut:
* Saluran napas (dengan cara inhalasi atau terhirup). Ditularkan oleh penderita melalui
semburan cairan yang keluar saat penderita batuk atau bersin.
* Saluran cerna (dengan cara tertelan). Patogen yang keluar melalui tinja bisa mencemari
makanan dan minuman yang kemudian dimakan. Penularan ini disebut fecal-oral atau dari tinja
ke mulut.
* Kontak langsung. Patogen ditularkan melalui jabatan tangan atau ciuman.
* Kulit, selaput lendir (inokulasi). Kuman-kuman jahat bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit
atau selaput lendir yang koyak. Misalnya karena luka operasi, transfusi, tato, tindik dan lain-lain.
* Plasenta. Beberapa penyakit menular ibu dapat ditularkan melalui plasenta ke janin.
Umpamanya, Hepatitis B, HIV, Rubella dan lain-lain.
SUMBER PENYEBAB PENYAKIT
Umumnya, penyakit yang paling sering menyerang bayi dan anak adalah flu, selesma
(influenza), dan diare. Sumber penyakit (infeksi) tersebut bisa berasal dari luar maupun dalam
tubuh. Terbanyak berasal dari luar tubuh atau yang disebut infeksi eksogen. Sumber infeksi
tersebut antara lain:
* Manusia
Sumber ini paling sering terjadi. Seseorang yang tengah menderita suatu penyakit menular
dapat menyebarkan patogennya pada orang lain. Penularannya bisa saat si penderita belum
menunjukkan gejala sakit tapi kuman sudah masuk ke dalam tubuh, misalnya hepatitis A.
Namun penularan lebih sering terjadi saat di tengah-tengah rentang sakitnya, seperti batuk
rejan. Ada juga penyakit yang ditularkan setelah penderita menunjukkan kesembuhan, misal
demam tifus. Namun ada cara penularan "tersembunyi". Contohnya hepatitis B yang bercokol
untuk jangka waktu lama, tanpa menimbulkan gejala, tapi si penderita potensial menulari orang lain.
* Binatang
Penularan dari binatang ke manusia bisa terjadi seperti oleh rotavirus sehingga manusia berisiko
mengalami infeksi tertentu. Produk binatang seperti susu, daging, juga dapat menjadi sumber
penularan penyakit infeksi tertentu. Ini karena pengolahan yang tak baik atau terkontaminasi.
* Gigitan serangga atau nyamuk
Penyebaran penyakit menular bisa terjadi lewat perantara nyamuk seperti pada penyakit malaria
dan demam berdarah.
* Tanah
Tanah mengandung jasad renik dalam jumlah yang sangat besar. Sebagian besar tak
membahayakan tapi ada pula yang dapat mengancam jiwa. Misalnya, kuman penyebab tetanus.
Udara dan debu juga bisa terkontaminasi jasad renik dari berbagai sumber.
* Makanan dan minuman
Makanan dan minuman sangat mudah terkontaminasi patogen bila diolah oleh orang yang
tengah menderita suatu penyakit menular. Penyakit tifus (suatu infeksi kuman) dan hepatitis A
(suatu infeksi virus) bisa ditularkan melalui makanan dan minuman. Oleh karena itu, risiko
penularan penyakit menular ini akan meningkat pada kondisi sanitasi dan higiene yang buruk.
* Barang sehari-hari seperti handuk, pakaian, dan peralatan makan
Barang-barang yang dipakai penderita suatu penyakit infeksi dapat menularkannya pada orang
lain yang memakainya.
Posted by
indoqvc_sfemale
at
12:57 PM
0
comments
Labels: kesehatan
TIPS AND TRICKS
PRAKTIS DENGAN KALDU AYAM BUATAN SENDIRI
Menyimpan kaldu buatan sendiri dalam lemari pendingin banyak sekali keuntungannya. Selain sebagai penyedap dalam masakan, kaldu simpanan Anda akan selalu siap pakai kapan saja Anda butuhkan tanpa harus berkali-kali membuatnya. Selain itu, juga membantu Anda mengurangi penggunaan kaldu instan. Pembuatannya sangat mudah dan tidak repot, hanya membutuhkan sedikit kesabaran. Caranya?
Siapkan panci tebal. Tuangkan 2 liter air, masukkan 750 gram ayam potongan (atau tulang ayam yang diambil dari paha, sayap, atau cakar ayam), bersama 2 cm jahe yang dimemarkan, dan 1 batang daun bawang. Didihkan di atas api besar, tiriskan buih dan lemak yang mengapung. Selanjutnya kecilkan api, rebus kaldu selama 1 jam hingga ayam matang dan kaldu harum. Angkat, biarkan uapnya hilang, saring.
Jika Anda benar-benar tidak menyukai lemak dalam kaldu. Diamkan kaldu hingga lemak yang mengapung membeku. Ambil lemak bekunya hingga benar-benar bersih. Kaldu ayam bisa langsung dipakai untuk membuat hidangan berkuah.
Untuk menghemat watku dan tenaga, Anda bisa membuat kaldu ayam ini dalam jumlah banyak sekaligus. Setelah kaldu dingin, bungkus setiap 250 ml kaldu ayam dalam kantong plastik. Kemudian bekukan dalam lemari pembeku. Jangan lupa beri label tanggal pada kantong plastik tersebut. Gunanya, untuk mengetahui tanggal pembuatannya, sebagai tindakan antisipasi jika Anda lupa dan kaldu kadaluarsa. Gunakan kaldu beku menurut kebutuhan resep dan Anda tinggal menambahkan bumbu dan bahan lainnya. Praktis khan?
Posted by
indoqvc_sfemale
at
12:53 PM
0
comments
Labels: tips and tricks
SESI KEAGAMAAN
Ketika Layar telah Terkembang
Muslimah.or.id 26 January, 2008
Penulis: Ummu ‘Umair dan Abu ‘Umair
Islam telah membimbing kita dalam membangun rumah tangga, dimulai dari memilih pasangan hidup. Islam mengikat suami istri dalam ikatan kokoh, menentukan hak dan kewajiban, serta mewajibkan mereka menjaga buah pernikahan ini. Islam juga mengantisipasi segala problema yang dapat menghadang kehidupan rumah tangga secara tepat. Itulah kesempurnaan islam yang sangat indah.
Pernikahan! Kata itu sangat indah didengar tetapi keindahan di dalamnya harus serta-merta dibarengi dengan persiapan. Pernikahan berarti mempertemukan kepentingan-kepentingan dua individu dan bukan mempertentangkannya.
Ketika biduk rumah tangga telah berlayar, apa saja yang bisa anda lakukan di dalamnya? Hari berlalu, pekan berlalu, bergantilah bulan. Tiba-tiba suatu hari anda merasakan ada sesuatu yang tidak mengenakkan anda. Anda mengamati sifat dan pasangan anda selama beberapa pekan sejak pernikahan, ternyata ada yang tidak anda sukai dan yang tidak anda harapkan. Sejak saat itu, anda menemukan bahwa rumah tangga tidak hanya berisi kegembiraan, namun juga tantangan, bahkan bisa juga ancaman. Seorang suami mungkin bertanya-tanya siapakah gerangan engkau wahai istriku? Demikian ia sering bertanya dalam hatinya. Sekian banyak hal-hal aneh dan asing yang ia temukan pada diri seorang ‘makhluk halus’ bernama istrinya itu. Demikian pula, pertanyaan itu muncul di benak sang istri. Seperti ia sedang dihadapkan pada sebuah laboratorium bernyawa, tengah ada banyak penelitian dan pelajaran yang bisa dieksplorasi di dalamnya. Ia menghadapi hari-hari yang berharga, pengenalan demi pengenalan, pengalaman demi pengalaman dan berbagai pertanyaan yang belum terjawabkan. Dulu waktu masih lajang, seorang muslimah yang belum pernah bersentuhan kulit dengan lawan jenis, kini tiba-tiba dihadapkan pada seorang asing yang nantinya akan mengetahui banyak ‘rahasia’ dirinya. Ia seorang wanita yang ‘clingus’ menurut orang jawa, wanita yang tak berani ngobrol dan bercanda dengan lawan jenisnya, namun tatkala masuk ke jenjang pernikahan ia harus berhadapan dengan ‘dunia’ laki-laki. Kini, ia mencoba menyesuaikan irama kehidupan dirinya dengan sang suami. Ia mulai mengenal dunia laki-laki secara dekat tanpa jarak. Demikian pula hal-nya dengan sang suami.
Sebenarnyalah kesulitan yang dihadapi merupakan sesuatu yang wajar dan manusiawi. Betapa tidak! Pernikahan telah mempertemukan bukan saja dua individu yang berbeda, laki-laki dan perempuan, tetapi dua kepribadian, dua selera, dua latar budaya, dua karakter, dua hati, dua otak dan ruh yang hampir dapat dipastikan banyak ketidaksamaan yang akan ditemui oleh keduanya. Seorang manusia yang terkadang bisa saja tak paham akan suasana hatinya, sekarang malah dituntut untuk memahami hati orang lain?!
Kehidupan rumah tangga tak semuanya bisa dirasionalkan begitu saja, terkadang memerlukan proses kontemplasi yang rumit, memahami dunia baru, memahami suasana jiwa, logika, psikologis dan fisiologis yang bergulir bersama di dalam kehidupan rumah tangga. Kuliah S1 ternyata tak cukup membekali teori tentang ’siapakah laki-laki dan perempuan’ dalam tataran teoritis maupun praktis. Tentunya kita kurang mampu memahami dunia pasangan kita, kecuali menempuh pembelajaran dan saling membantu untuk terbuka kepada pasangannya tentang apa yang dirasakan, kepedihan duka, kegembiraan, kecemburuan, kekecewaan, kebanggaan, keinginan, dan jutaan determinasi perasaan lainnya. Saling mencintai memerlukan proses pembelajaran. Saling membantu mengajarkan tentang diri sendiri, bahwa aku adalah makhluk Allah yang punya keinginan dan mestinya engkau mengerti keinginanku. Akan tetapi bahasan verbal tak senantiasa berhasil mengungkap hakikat perasaan.
Menikah adalah pilihan sadar setiap laki-laki dan perempuan dalam islam. Seorang laki-laki berhak menentukan pasangan hidup sebagaimana perempuan. Jika kemudian sepasang laki-laki dan perempuan memutuskan untuk saling menerima dan sepakat melangsungkan pernikahan, atas alasan apakah satu pihak merasa terpaksa berada di samping pasangan hidupnya setelah resmi berumah tangga??!! Sebelum terjadinya akad nikah, pilihan masih terbuka lebar, akan tetapi setelah adanya akad nikah, adalah sebuah pengkhianatan terhadap makna akad itu sendiri apabila satu pihak senantiasa mencari-cari keburukan dan kesalahan pasangannya dengan merasa benar dan bersih sendiri. Tentunya hal tersebut merupakan salah satu bentuk penyucian diri, terlebih lagi tindakannya tersebut akan menumbuhkan benih-benih kebencian dalam hati terhadap seseorang yang telah menjadi pilihannya. Allah ta’ala berfirman:
فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى
“Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An Najm: 32).
لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, karena walaupun dirinya membenci salah satu perangainya, tentulah akan ada perangai lain yang disukainya.” (HR. Muslim nomor 2672)
Imam An Nawawi mengatakan, “Yang benar, hadits ini merupakan larangan bagi seorang suami agar tidak membenci istrinya, karena apabila istrinya memiliki perangai yang tidak disenanginya, tentulah akan ada perangai lain yang disukainya, misalnya istrinya memiliki akhlak yang jelek, akan tetapi mungkin saja dia komitmen terhadap agama, memiliki paras yang cantik, mampu menjaga diri, lembut atau yang semisalnya.” (Syarh Shahih Muslim, 5/209).
لِأَنَّهُ إِنْ وَجَدَ فِيهَا خُلُقًا يُكْرَه وَجَدَ فِيهَا خُلُقًا مَرْضِيًّا بِأَنْ تَكُون شَرِسَة الْخُلُق لَكِنَّهَا دَيِّنَة أَوْ جَمِيلَة أَوْ عَفِيفَة أَوْ رَفِيقَة بِهِ أَوْ نَحْو ذَلِكَ
Memang ada pilihan lain yang dicontohkan shahabiyah Habibah binti Sahl ketika menemukan kebuntuan dalam rumah tangga sehingga dirinya mengajukan khulu’. Nabi pun memberikan jalan keluar (HR. Malik nomor 1032; Abu Dawud nomor 1900, 1901; An Nasaa’i nomor 3408; Ibnu Majah nomor 2047; Ahmad nomor 26173; dishahihkan oleh Al ‘Allamah Al Albani dalam Al Irwa’, 7/102-103, Shahih Sunan Abu Dawud nomor 1929). Namun, cerai bukanlah jalan pertama yang harus ditempuh, sebab proses belajar menerima dan mencintai harus terjadi dan ditempuh terlebih dahulu. Karena tujuan kita menikah adalah ibadah, mengabdi pada Allah dan mencapai keridhoan-Nya. Sedangkan hasil akhir dari ibadah itu sendiri adalah mencapai tingkat ketakwaan atau pemeliharaan diri dari segala kemaksiatan, yang akan membawa pemiliknya merengkuh ridho Allah. Berbagai upaya akan ditempuh oleh orang yang ingin mencapai derajat ketakwaan, tidak terkecuali melalui pernikahan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَن
“Bertakwalah kamu dimanapun kamu berada, bila kamu berbuat kejahatan, segera iringi dengan perbuatan baik, sehingga dosamu terhapus, lalu pergaulilah manusia dengan akhlaq yang baik.” (HR. Tirmidzi nomor 1910; dihasankan Syaikh Al Albani dalam Al Misykah nomor 5083, Ar Raudlun Nadhir nomor 855, Shahih wadl Dhaif Sunan At Tirmidzi, 4/487)
Setiap pasangan hendaknya merenungkan bahwasanya ketika mereka menikah, mereka tinggal menyempurnakan “setengah ketakwaan”, apakah “setengah ketakwaan” yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka hendak disia-siakan?
Mari kita belajar membentuk bahtera rumah tangga yang mampu berlayar merengkuh keridhoaan-Nya. Bertakwalah kepada Allah dalam setiap mengambil keputusan dan bersabarlah menghadapi kekurangan dan kelemahan pasangan kita, karena tak ada manusia yang sempurna, teruslah bermuhasabah diri. Mudah-mudahan dengan kesabaran kita, Allah akan memudahkan dan memberikan kebahagiaan dalam rumah tangga kita. Teruslah berusaha melaksanakan semua kewajiban yang Allah bebankan pada kita dengan segala kemampuan dan kekuatan yang ada, Allah-lah sumber kekuatan kita, dengan mengharap ridha-Nya dan cinta-Nya. Berjanjilah, mulai hari ini, bahwa keindahan hidup rumah tangga pada mulanya berasal dari kesadaran anda akan janji besar ini! Dengan demikian, semoga kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga Allah mengumpulkan kita dengan pasangan beserta anak-anak kita dalam jannah-Nya. Amiin…
Posted by
indoqvc_sfemale
at
12:51 PM
0
comments
Labels: keagamaan
RESONANSI
Buku Telepon
Sebuah renungan untuk hari ini...
Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan.
"Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?" Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari guru, "Ya,ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidupmu..." Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan guru itu menunjuk pada seorang murid.
"Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui?
Berbagilah dengan teman-temanmu. .."
Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, "Seminggu yang lalu,
adalah masa yang sangat besar buatku. Orangtuaku, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang aku impikan selama ini" Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu.
"Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa
mengalahkan kebahagiaan itu!" Sang guru tersenyum. Tangannya menunjuk
beberapa murid lainnya. Maka,terdengarlah beragam cerita dari
murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah
mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri.
Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki
gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara, hingga terdengar suara dari arah belakang.
"Pak Guru... Pak, aku belum bercerita" Rupanya, ada seorang anak di
pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama
seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya. "Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua", ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu. "Apa hal terbesar yang kamu dapatkan?", Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.
"Keberhasilan terbesar buatku, dan juga buat keluargaku adalah... saat nama keluarga kami tercantum dalam buku telpon yang baru terbit 3 hari yang lalu" Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu.
Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, "Ha? aku sudah sejak lahir
menemukan nama keluargaku di buku telpon. Buku Telpon? Betapa
menyedihkan. .. Hahaha" Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, "Apa
tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam
itu?" Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi
ruangan.
Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.
"Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya.
Silahkan teruskan, Nak..." Anak berambut lurus itu pun kembali angkat
bicara. "Ya. Memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah aku
dapatkan. Dulu, Ayahku bukanlah orang baik-baik. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi"
Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan. "Tapi, kini Ayah telah berubah. Dia telah mau menjadi Ayah yang baik buat keluargaku. Sayang, semua itu butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja.Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Ayahku. Dan kini, Ayah berhasil.
Bukan hanya itu, Ayah juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan
kami tak perlu berpindah-pindah lagi.Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluargamu ada di buku telpon? Itu artinya, aku tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan ayah untuk terus berlari. Itu artinya, aku tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang aku sayangi.
Itu juga berarti, aku tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, aku, dan juga keluargaku, adalah sama
derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya" Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir. "Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang aku dapatkan nanti..."
Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk. Mereka
baru saja menyaksikan sebuah fragme tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan. Mereka juga belajar satu hal: "Bersyukurlah dan berbesar hatilah setiap kali mendengar keberhasilan orang lain. Sekecil apapun... Sebesar apapun"
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
Posted by
indoqvc_sfemale
at
12:47 PM
0
comments
Labels: resonansi
HUMOR
Berjalan di atas air
Tiga orang filsuf bermaksud untuk bersemedi di tepi sebuah danau.
"Waduh, aku lupa membawa alas duduk," kata filsuf pertama.
Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau, dan menyeberanginya menuju ke tempat tinggal mereka di seberang danau.
Ketika ia kembali. Filsuf ke dua berkata, "Aku lupa menjemur bajuku. Aku pergi dulu ya." Ia berjalan di atas air danau dan menyeberanginya dengan mudah.
Filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti ingin unjuk kebolehan di hadapannya.
"Ah, aku juga bisa. Lihat saja," katanya. Ia lalu melangkahkan kakinya ke atas air danau dan langsung tenggelam. Filsuf ke tiga ini berenang ke tepi, dan kemudian mencoba lagi untuk berjalan diatas air dan kembali gagal.
Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata kepada filsuf Pertama, "Sebaiknya kita beritahukan saja letak batu-batunya."
Balapan Mobil Timor, Mercedes, dan BMW
Sebuah mobil Timor, meluncur di jalan tol jagorawi. Tidak lama kemudian mobil itu mogok. Sebuah Mercedes berhenti, dan menolong mobil Indonesia tadi dengan menggandengnya di belakang. Pada saat itulah muncul sebuah BMW, melesat dengan kecepatan tinggi. Pengemudi Mercedes tadi penasaran dan langsung tancap gas.
Sopir Timor yang ditarik di belakang Mercedes membunyikan klaksonnya bertubi-tubi dengan muka pucat pasi. Sebab, sementara terseret dalam "balapan" ini, mobil "asli" buatan Indonesia tadi mulai berantakan satu-persatu. Pintunya tanggal, jendelanya copot, baut dan mur beterbangan.
Kebetulan mobil reporter RCTI untuk Seputar Indonesia yang sedang melaju, disalib kendaraan yang ngebut tadi.
Esoknya, Seputar Indonesia memberitakan:
"Kemarin, sebuah mobil Mercedes dan BMW berkejaran dengan kecepatan mendekati dua ratus kilometer per jam di jalan tol Jagorawi. Di belakang kedua mobil buatan Jerman yang sangat terkenal itu, sebuah mobil Timor buatan negeri kita membunyikan klakson tidak henti-hentinya, meminta jalan untuk melesat ke depan."
Contoh Surat Lamaran
Suatu hari ada seorang pengusaha yang tidak pernah bergaul dengan cewek disuruh Ibunya agar mengirim surat buat seorang gadis untuk dijadikan isterinya" akh itu gampang bu !",ujar si pengusaha itu.Lalu dibuatlah sebuah surat yang bunyinya:
Dengan Hormat,
Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa saya telah jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal 2 Nopember lalu. Berdasarkan rapat keluarga kami tanggal 20 Nopember lalu pukul 19.00 WIB, saya berketetapan hati untuk menawarkan diri sebagai kekasih Anda yang prospektif.
Hubungan cinta kita akan menjalin masa percobaan minimal 3 bulan sebelum memasuki tahap permanen. Tentu saja,setelah masa percobaan usai,akan diadakan terlebih dahulu on the job training secara intensif dan berkelanjutan.Dan kemudian,setiap tiga bulan selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa kerja yang bisa menuju pada pemberian kenaikan status dari kekasih menjadi pasangan hidup.
Biaya yang dikeluarkan untuk kerumah makan dan shooping akan dibagi dua sama rata antara kedua belah pihak. Selanjutnya didasarkan pada performa dan kinerja anda,tidak tertutup kemungkinan bahwa saya akan menanggung bagian yang lebih besar dari pengeluaran total. Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai, jumlah dan bentuk pengeluaran yang anda keluarkan nantinya. Saya dengan segala kerendahan hati meminta anda untuk menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari terhitung tanggal penerimaan surat.
Lewat dari tanggal tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa pemberitahuan lebih lanjut, dan tentu saja saya akan beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.
Saya akan sangat berterimah kasih apabila anda berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik perempuan atau sepupu anda,apabila anda menolak penawaran ini.
Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan sebelumnya terima kasih atas perhatian nya.
HORMAT SAYA
PENGUSAHA PROSPEKTIF dan IDEAL
Posted by
indoqvc_sfemale
at
12:32 PM
0
comments
Labels: HUMOR
SESI KREATIFITAS
Triangle Trifold
by Beate Johns
SUMBER: http://www.splitcoaststampers.com/resources/triangletrifold.php
A quick trifold card with a twist.
Supplies
Paper cutter with scoring blade
Stamps
Ink
Cardstock for card base (3 1/2" x 10 1/2")
Patterned paper (3 1/4" square)
Cardstock for main image (2" x 2")
Cardstock for main image layers (2 1/4" and 2 1/2" squares)
Ribbon
Adhesive
Step By Step
Step 1.
Score your card base cardstock at 3 1/2" and 7".
Step 2.
Now you have three equal scored squares on your cardstock. Add a diagonal score to both of the outside squares.
The diagonal scores should go in the same direction.
Step 3.
Prefold your scored lines. First fold the left square in, then the triangle down. Next fold the right square in, then the triangle up.
When you're done folding, the cardstock should look like this.
Step 4.
Take your patterned paper square and cut it in half diagonally.
Step 5.
Adhere the patterned paper triangles to the top right and bottom left triangle on the outer scored squares of your main card.
Step 6. (optional)
If wanted, add an extra layer in the middle of the card. My layers here are 3 1/4" old olive and 3" white square cardstock.
Step 7.
Fold your card back up again and tie it shut with your ribbon.
Step 8.
Stamp your main image (for the cardfront) and add additional cardstock layers if needed.
Step 9.
Add adhesive diagonally only on one half of the back of your main image. If you add adhesive on the entire piece, your trifold will be taped shut.
Step 10.
Adhere your center image to your trifold card.
Variations
Try Different Sizes
Make your main image a different size.
Make your card bigger by using a 4" x 12" cardbase and scoring at 4" and 8".
Posted by
indoqvc_sfemale
at
11:58 AM
0
comments
Labels: kreatifitas